Rabu, 29 Januari 2014

GLOBALISASI


1. Pengertian Globalisasi
Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah.
Ada yang memandang globalisasi adalah suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
Jan Aart Scholte melihat ada beberapa definisi orang untuk globalisasi:
  • Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional.
  • Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara.
  • Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia.
  • Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
  • Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Pada pengertian ini, dunia global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara.

2. Ciri Globalisasi
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.
·         Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya.
·         Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional.
·         Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional).
·         Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.

Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.

3. Macam-macam Globalisasi
a.     Globalisasi Perekonomian
Merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa. Menurut Tanri Abeng, perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:
·       Globalisasi produksi
·       Globalisasi pembiayaan
·       Globalisasi tenaga kerja.
·       Globalisasi jaringan informasi
·       Globalisasi Perdagangan.
b.    Globalisasi Kebudayaan
Globalisasi memengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan.
Ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan
  • Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
  • Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya.
  • Berkembangnya turisme dan pariwisata.
  • Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
  • Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain.
  • Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia FIFA.
  • Persaingan bebas dalam bidang ekonomi
  • Meningkakan interaksi budaya antar negara melalui perkembangan media massa.


3. Sikap Selektif Terhadap Pengaruh Dan  Implikasi Globalisasi
A. Bidang Ekonomi
Untuk dapat mangambil sikap yang bijak terhadap globalisasi di bidan ekonomi maka terlebih dahulu kita harus mengetahui hal yang berikut ini :
1. Kebaikan globalisasi ekonomi antara lain:
• Produksi global dapat ditingkatkan
• Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
• Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
• Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
• Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
2. Keburukan globalisasi ekonomi antara lain:
• Menghambat pertumbuhan sektor industri
• Memperburuk neraca pembayaran
• Sektor keuangan semakin tidak stabil
• Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang
Yang kami lihat disini lebih banyak memberikan dampek yang baik terutama bagi kemakmuran rakyat yang merupakan komponen yang penting dan mengindikasikan maju tidaknya suatu bangsa dalam bidang ekonomi sehingga menurut kami implikasi globalisasi di edang ekonomi cukup baik untuk bangsa terutama Indonesia.
B. Bidang Hukum
Mungkin akan ada banyak sekali variasi dampak dalam bidang hukum. Karena bidang hukum meliputi seluruh permasalahan, ingat bahwa Indonesia adalah negara hukum.
Yang pasti globalisasi jangan diartikan seluruh dunia akan sama saja (seragam) dalam hal apa pun. Mungkin akan lebih baik jika diartikan sebagai meluasnya gerak rakyat secara individu dan kelompok rakyat suatu negara dari hanya bertindak dan melakukan hubungan dengan yang lain. Inilah yang kadang ditafsirkan sebagai sama saja sedunia.
Dampak utama (menurut kami) adalah kemungkinan adanya konflik dengan berbagai negara yang berbeda budaya dan hukum akan sangat dimungkinkan terjadi. Dampak itu mengakibatkan kekalahan budaya dan/atau hukum satu negara dari yang negara yang lain. Inilah yang harus dijaga oleh Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat.
C. Sosial Budaya
Budaya : banyak yang salah kaprah merasa modern malah jadi over yaitu tidak jelas apa. Misalnya cewek merokok , minum alkohol di depan umum padahal sebenarnya tidak bisa, dilakukan supaya dikatakan modern.
Sosial: Pengalaman disekitar saya rasanya OK, masih ada hati untuk saling menolong, masih ada gotong royong. Sehingga saya masih dapat mengambil sikap poitif.

4. Kebijakan Dalam Menghadapi Globalisasi
Globalisasi adalah sesuatu yang telah terjadi saat ini. Oleh karena itu, kita tidak mungkin menolak atau lari dari globalisasi tersebut. Apabila dikaji lebih mendalam, sebenarnya banyak nilai yang positif dalam globalisasi tersebut dan harus diaplikasikan.
Nilai-nilai budaya bangsa yang harus tetap dipertahankan dalam era globalisasi, di antaranya beriman dan bertakwa, keseimbangan rasionalisme dan spirit ualisme, nilai kesucian per kawinan dan keluarga, tradisi, moral, serta energi keagaman yang penuh rahmat perlu dilaksanakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Setelah nilai-nilai tersebut dilaksanakan, maka kita sinergikan dengan nilai globalisasi, seperti penghematan, iptek, pemerintahan yang bersih dan berwibawa, demokrasi, tepat waktu, pelayanan yang lebih baik, meng hilangkan nilai feodal, dan rasional.
Setelah nilai globalisasi terintegrasi (menyatu) dengan nilai dasar budaya bangsa maka kita sebagai bangsa yang berdaulat berkewajiban menumbuhkan rasa kebanggaan sebagai bangsa, yakni dengan cara mendidik anak bangsa agar menjadi manusia Indonesia yang dilandasi oleh nilainilai budaya bangsa dan memiliki kemampuan untuk ber kompetisi dalam dunia global. Sikap positif lain yang perlu dikembangkan untuk bisa berperan di era globalisasi adalah sebagai berikut:
  1. Berkompetisi dalam kemajuan iptek;
  2. Meningkatkan motif berprestasi;
  3. Meningkatkan kualitas/mutu;
  4. Selalu berorientasi ke masa depan.
Pancasila merupakan penyaring terhadap peng aruh globalisasi. Kita sebagai warga negara Indonesia harus memiliki sikap dan usaha untuk menghadapi pengaruh dari proses globalisasi, di antaranya sebagai berikut.
  1. Selalu berusaha untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai penyaring terhadap pengaruh globalisasi yang bersifat negatif.
  2. Selalu meningkatkan penghayatan dan pengamalan kita terhadap Pancasila untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
  3. Selalu meningkatkan ilmu pengetahuan kita agar dapat menilai mana yang dianggap baik dan benar terhadap pengaruh globa lisasi.
  4. Selalu meningkatkan pendidikan dan keterampilan kita agar dapat menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu bersaing dengan bangsa lain.
  5. Selalu meningkatkan penguasaan kita terhadap teknologi modern di segala bidang sehingga tidak tertinggal dan bergantung pada bangsa lain.
  6. Selalu mempertahankan dan melestarikan budaya lokal tradisional agar tidak digantikan oleh budaya bangsa asing.
  7. Selalu meningkatkan kualitas produk hasil produksi dalam negeri sehingga dapat igunakan dan selalu dicintai oleh masyarakat dalam negeri. Selain itu, produk hasil produksi dapat bersaing dan dapat merebut pasar lokal serta internasional.
  8. Selalu menumbuhkan sikap terbuka dan tanggap terhadap pembaruan sehingga mampu menilai pengaruh yang dinilai baik bagi pembangunan. Jadi sifat-sifat positif manusia modern sangat penting dikembang kan dalam era globalisasi.
Untuk mengatasi globalisasi juga dapat dilakukan dengan menumbuhkan kembali rasa nasionalisme bangsa agar masyarakat dapat mencintai negaranya. Langkah-langkah dapat dilakukan antara lain yaitu:
  1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
  2. Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
  3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama.
  4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar-benarnya dan seadil-adilnya.
  5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

A. Globalisasi di Bidang Ekonomi
1. Banyaknya Supermarket
2. Adanya jual beli online yang memungkinkan melakukan transaksi dengan orang yang jauh
3. Terciptanya mesin-mesin canggih untuk menunjang proses produksi
4. Adanya Ekspor dan Impor
5. Masuknya produk luar negeri dengan mudah
6. Terbukanya pasar bursa Internasional
B. Globalisasi di Bidang Sosial
1. Bahasa Asing masuk dengan mudahnya
2. Perempuan bekerja sudah tidak asing lagi
3. Masyarakat semakin heterogen
4. Hilangnya rasa gotong royong
5. Timbulnya rasa egoisme diantara masyarakat
C.  Globalisasi di Bidang Budaya
1. Masuk dan menyebarnya budaya asing
2. Masuknya mode-mode pakaian luar negeri
3. Banyaknya imigrasi
4. Terjadinya pertukaran budaya Internasional
5. Hilangnya budaya-budaya tradisional secara perlahan

D.  Globalisasi di Bidang Politik
1. Dibentuknya PBB
2. Timbulnya kerjasama antar negara
3. Timbulnya politik negara
4. Hubungan bilateral maupun multirateral antar negara dapat dengan mudah dilakukan
5. Munculnya ideologi-ideologi asing


E.  Globalisasi di Bidang IPTEK
1.Munculnya berbagai macam handphone untuk memudahkan berhubungan dengan orang yang jauh
2. Adanya internet untuk memudahkan berkomunikasi dan mendapatkan informasi
3. Munculnya video call yaitu kita dapat bertatap muka dengan orang yang jauh
4. Informasi-informasi dan menyebar dengan cepat dan luas
5. Kita dapat melihat suatu kejadian dimanapun secara langsung dengan menggunakan televisi, internet, dan hp


Makalah Penjaskes - TEHNIK DASAR BERMAIN BOLA VOLI


 berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar.
Dalam makalah kami akan membahas tentang sebuah permainan olahraga baru yang kami kombinasikan dari dua jenis olahraga. Tehnik dasar dari permainan ini sendiri yaitu “Bola Voli”, tujuan kami mengkombinasikannya dengan permainan lain supaya permainan ini lebih seru. Selain itu kami juga akan menjelaskan tehnik-tehnik dasar, peraturan-peraturan, sarana prasarana, serta cara untuk melakukan permainan Shock Ball ini.
Dalam proses belajar mengajar selama ini tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu kami ucapkan terimakasih kepada Bapak/Ibu guru pengajar yang telah bersedia membimbing kami. Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat.




                                                                                                          Malang, 8 Mei 2012
                                                                                                                Tim Penyusun
                                                                                                               (XI Ps A 31-39)






                Dalam setiap permainan pasti membutuhkan sebuah sarana prasarana, entah itu sedikit ataupun banyak. Begitu pula dalam permainan Shock Ball ini. Adapun sarana prasarana yang kita butuhkan adalah :
1.  Lapangan Futsal
Kita menggunakan lapangan futsal karena ukuran dari lapangan futsal sesuai dengan area yang kita butuhkan, tidak terlalu luas juga tidak terlalu sempit. Sehingga permainan ini tidak menghabiskan banyak tempat.

2. Gawang
Inilah kombinasi dari permainan ini. Kita membutuhkan gawang untuk mencetak score dalam permainan ini, score terbanyak adalah pemenangnya.

3. Bola Voli
Karena tehnik dasar kita adalah bola voli, maka kita juga akan menggunakan bola voli  (benda) untuk melakukan permainan ini.

4. Sarung Tangan
Dalam permainan ini nanti kita akan membutuhkan seorang kiper untuk menjaga gawang. Oleh karena itu untuk kita juga akan membutuhkan sebuah sarung tangan untuk melindungi tangan kiper dari bahaya.


Agar sebuah permainan dapat berjalan baik dan lancar, peraturan sangatlah dibutuhkan. Peraturan diadakan tidak hanya untuk syarat dari sebuah permainan saja, melainkan juga untuk mengatur ketertiban jalannya sebuah permainan.

Permainan yang diadakan tanpa adanya peraturan akan sangat kacau dan berantakan. Oleh karenanya kami juga menyu sun peraturan untuk permainan Shock Ball ini, yaitu sebagai berikut :

1.        Waktu pelaksanaan 2 x 10 menit (terdiri dari 2 babak)
2.        Terdiri dari 7 pemain ( 1 kiper 6 pemain)
3.        Bola tidak diperbolehkan menyentuh tangan lebih dari 2 kali
4.        Bola tidak boleh jatuh ke bawah (tanah), jika jatuh dianggap bola mati
5.        Gawang dijaga oleh seorang kiper
6.        Kiper diperbolehkan menggunakan seluruh anggota gerak
7.        Pemain Shock Ball tidak diperbolehkan menggunakan kaki
8.        Apabila terjadi pelanggaran keras akan diadakan smash bebas
9.        Pergatian pemain maksimal 3 kali
10.    Servis dilakukan oleh kiper menuju daerah lawan
11.    Pemain diperbolehkan untuk memasuki daerah lawan




Teknik yang beragarn ini dipergunakan untuk mencapai hasil yang optimal.  Hasil yang optimal tidaklah mungkin dapat dicapai dengan baik tanpa memiliki teknik dasar yang baik. Teknik yang dimiliki oleh seseorang dalam  melakukan sebuah permainan sangat menentukan  kerjasama antar pemain. Adapun tehnik dasar permainan ini adalah seperti bola voli.

Tehnik dasar dalam permainan Shock Ball :
1.        Sikap penjagaan dan pergerakan
Kemampuan pergerakan seseorang pemam ke segala arah dengan cepat dan tepat sangat dibutuhkan dalam permainan bola voli, hal ini disebabkan oleh karena sifat pemain bola voli yang dinamis yang kadang¬kadang bola datang dengan cepat dan tiba-tiba.
2.        Pengambilan bola dan umpan bola
Dengan umpan bola, yang merupakan teknik dasar yang paling prinsip untuk dapat menghasilkan suatu spike yang mematikan.
3.        Serangan (spike-serangan tipuan)
Serangan atau spike merupakan modal awal pemain bola voli untuk dapat mematikan lawannya. Serangan ini menurut PBVSI (1985:39) adalah "aksi seseorang pemain yang memainkan bola ke arah lapangan lawan". Dalam pengertian disini adalah bola yang melewati net sehingga pihak lawan sulit untuk mengembalikannya
K
4.        Bendungan (blok)
Bendungan merupakan suatu teknik dasar dalam permainan bola voli yang ditujukan untuk mengantisipasi serangan dari lawan. Sesuai yang dikemukakan PBVSI (0985:40) bahwa : “Bendungan adalah upaya menghadang bola yang datang dari daerah lawan, yang dilakukan di depan/dekat net oleh seorang pemain depan atau lebih (pembendung).“
5.        . Servis
Servis adalah teknik dasar yang menjadi serangan pertama bagi tim yang melakukanya. Servis sangat menentukan untuk serangan selanjutnya, karena jika servis tidak dilakukan dengan baik maka akan mudah bagi lawan untuk membalas serangan yang dilancarkan melalui servis. Sejalan dengan hal itu PBVSI (1985:30) mengemukakan bahwa :
Servis adalah aksi untuk memasukan bola kedalam permainan oleh pemain belakang kanan yang ditempatkan di daerah servis untuk memukul serve dengan sebelah tangan (mengepal atau terbuka) untuk: memulai permaiminan". Pemain belakang kanan yang ditempatkan di daerah servis untuk memukul serve dengan sebelah tangan (mengepal atau terbuka) untuk memulai permainan.




1.      Peringatan untuk kesalahan sikap kasar yang pertama, diberi peringatan kepada yang bersangkutan secara lisan atau dengan isyarat tangan
2.      Bila pemain melakukan kekerasan akan akan diadakan freesmash dengan penghalang
3.      Jika terjadi kekerasan yang fatal, pemain akan dikeluarkan sebagai hukuman tim
4.      Jika terjadi pinalti tidak menggunakan penghalang
5.      Apabila bola jatuh ke tanah diadakan servis kedalam


1.      Untuk melatih konsentrasi
2.      Melatih akurasi/ketepatan servis
3.      Agar lebih peka terhadap arah bola
4.      Melatih kekompakkan dan kerjasama


Demikian makalah yang dapat kami susun dengan pelatihan-pelatihan yang sudah kami dapatkan dalam kelas penjaskes. Apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami menyusun makalah ini atas bimbingan guru dan bantuan teman-teman, sehingga dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.
            Kami banyak berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini agar menjadi bahan referensi  penulisan makalah dikesempatan-kesempatan selanjutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya dan para pembaca pada umumnya.